Bahas Lengkap Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan

Diposting pada

Biologi merupakan mata pelajaran yang menarik buat kebanyakan orang (kayak jaringan epidermis pada tumbuhan yang akan kita bahas di sini). Ngomong-ngomong tentang Biologi, ada salah satu bab dimana kita akan membahas tentang jaringan pada tumbuhan. Walau pernah diulas saat kamu duduk di bangku Sekolah Dasar, namun materi ini akan diperdalam saat kamu SMA kelas XI IPA.

Jadi di artikel ini, kita bakalan share materi tentang jaringan epidermis pada tumbuhan, dimana meliputi poin-poin seperti di bawah ini :

A. Pengertian jaringan epidermis

B. Fungsi jaringan epidermis

C. Ciri-ciri jaringan epidermis

D. Struktur jarinan epidermis

Pengertian Jaringan Epidermis

Jaringan Epidermis adalah salah satu jaringan penyusun tumbuhan yang memiliki peran utama sebagai perisai atau pelindung. Jaringan epidermis ini terletak di bagian paling luar organ-organ tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, akar, dan lainnya. Jaringan epidermis ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jaringan penyusun lainnya pada tumbuhan.

Jaringan epidermis hanya dapat di jumpai pada tumbuhan sedangkan hewan tidak dikarenakan hewan memiliki jaringan eitel. Prnakah kamu mengupas kulit bawang? Nah kulit bawang merupakan salah satu contoh dari jaringan epidermis.

 

Fungsi Jaringan Epidermis

gambar fungsi jaringan epidermis

Terdapat beberapa fungsi dari jaringan epidermis yaitu :

1. Sebagai pelindung semua organ tumbuhan

Mulai dari batang, daun, akar, atau buah dari segala kondisi dan pengaruh dari lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan deretan yang rapi pada jaringan epidermis memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan yang terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi patogen secara langsung, dan lain sebagainya. Oleh karena itu jaringan epidermis ini pada umumnya memiliki ciri tekstur yang lebih keras dibandingkan jaringan lainnya, dilengkapi sel kipas, bulu akar, dan sepina atau duri.

2. Membatasi penguapan pada tumbuhan

berfungsi sebagai pengatur proses transpirasi atau penguapan air dari tumbuhan. Fungsi ini hanya dapat dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari jaringan epidermis selain trikomata. Saat suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis ini akan menutup dengan rapat agar laju transpirasi tanaman dapat dibatasi, sedangkan saat suhu udara sekitar rendah, stomata akan membukan dengan sangat lebar agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak dapat membeku di dalam jaringan tumbuhan. Kadang-kadang stomata juga menjadi jalan sekresi air dari dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

3. Penyimpanan cadangan air

Sel-sel jaringan epidermis juga memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. Saat musim kemarau tiba dan kadar air di tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.

4. Penyerapan zat air dan unsur hara

Jaringan epidermis yang terletak di bagian akar juga berfungsi sebagai penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi jaringan epidermis dibagian akar ini dapat dilakukan terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi blu akar.

5. Difusi Oksigen dan karbondioksida

Fungsi akhir dari jaringan epidermis yaitu sebagai tempat proses difusi oksigen dan karbondioksida saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis tumbuhan. Fungsi ini pada umumnya hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya. Stomata pada daun yang dapat melakukan difusi ini sering dimanfaatkan oleh petani untuk digunakan sebagai pupuk pada tanaman mereka. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

 

Struktur jaringan epidermis khusus (Derifat epidermis)

gambar struktur jaringan epidermis
struktur jaringan epidermis tumbuhan

1. Sel Silika dan Sel Gabus – Sel silica ini berisi kristal silica sedangkan sel gabus berisi endapat suberin. Keduanya selalu berpasangan yang pada umumnya dapat ditemukan di tulang daun gramine.

2. Sel Kipas atau Sel Bulliform – Sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis lainnya, berdinding tipis, vakuola besar, dan berisi air. Fungsi dari sel kipas ini yaitu untuk membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).

3. Litokis – Sel yang berisi dari epidermis normal dengan proses pertumbuhan khusus ke arah dalam. Sel ini berisi kristal kalsium karbonat yang disebut dengan sistolit.

4. Stomata – terdapat celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutupnya merupakan dua buah sel yang terbentuk khusus mengapit celah. Stomata dapat kamu temukan di daun, batang, rhizoma, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letaknya dapat sejajar dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

5. Trikoma – Tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang digunakan sebagai ciri taksonomi familia. Fungsi pada tumbuhan adalah sebagai pelindung atau perisai untuk menahan gangguan yang berasal dari luar dan mengurangi penguapan.

6. Rambut Akar – ini merupakan modifikasi dari epidermis yang berfungsi untuk penyarapan air di dalam tanah.

 

Ciri-ciri Jaringan Epidermis

gambar ciri ciri jaringan epidermis

1. Susunan sel yang rapat – fungsinya sebagai jaringan pelindung, jaringan epidermis secara alami memiliki sel-sel yang saling terhubung satu sama lain. Tidak ada ruang antara sel satu dengan lainya seperti yang ditemukan pada jaringan-jaringan penyusun tumbuhan lainnya. Sel saling terhubung ini terususn rapi dalam satu lapisan.

2. Dinding sel sangat beragam – Ada dinding sel yang tebal dan keras, namun ada pula dinding sel yang lembek(lunak) dan tipis. Selain itu, dinding sel pada jaringan meristem juga dapat mengeluarkan zat lemak yang membentuk lapisan lemak seperti yang terdapat pada daun nangka atau mengeluarkan lapisan lilin seperti yang terdapat pada daun keladi dan daun pisang.

3. Sitoplasma sel mengandung garam – Sel-sel ini memilki kandungan garam minyak, kristal silikat, dan kristal garam yang tinggi. Kandunganya bermanfaat sebagai barier dari perubahan suhu dan gangguan fisik lainnya dari luar tubuh tumbuhan. Garam yang terdapat di sitoplasma sel dan jaringan epidermis ini saling menyatu sama lain dalam menangkal perubahan ekstrim

4. Tidak mempunyai kloroplas – Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, zat yang menjadi atalisator dalam proses fotosintesis. Tidak semua jaringan epidermis memiliki sifat ini. Ada beberapa di antaranya seperti sel penutup pada jaringan epidermis tanaman yang tumbuh di ari(hidrogit) yang masih memilikinya.

5. Vakuola besar berisi antosianin – Sel yang dimilikinya besar dan kadang bisa berisi antosianin. Antosianin adalah semacam zat warna atau pigmen yang dapat mempengaruhi warna dari jaringan epidermis itu sendiri.

 

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang perlu kalian pelajari tentang salah satu jaringan yang ada pada tumbuhan ini, kamu bisa cari di MasterBiologi.com. Jangan lupa share artikel berikut supaya temen kamu ikut belajar.

Kata kunci materi:

,jaringan epidermis,,bagian bagian epidermis pada jaringan tumbuhan,,gambar jaringan epidermis,,struktur jaringan epidermis,,epidermis tumbuhan,,sifat jaringan epidermis,,fungsi jaringan epidermis pada tumbuhan,,jaringan epidermis pada tumbuhan,,https://masterbiologi com/jaringan-epidermis-pada-tumbuhan/,,jaringan epidermis lengkap,,jaringan ep,,gambar epider,,penjelasan trikoid yang terdapat pada lapisan epidermis pada tumbuhan,,contoh jaringan epidermis,,contoh tumbuhan epidermis,,epidermis pada tumbuhan,,Bagian organ tumbuhan yang ada jaringan epidermis,,contoh tumbuhan epidermis daun,,jaringan epidermis pada tumbuhan terdapat pada bagian mana,,aculeus pada jaringan epidermis,,mengapa jaringan epidermis terdapat di semua buah,,contoh tumbuhan jaringan epidermis berada dibuah,,fungsi epidermis pada tumbuhan,,gambar jaringan epidermis pada tumbuhan,,bagaimana bentuk jaringan epidermis,,struktur epidermis pada tumbuhan,,apa yang dimaksud sel silika brainly co,,Yang tidak termasuk fungsi jaringan epidermis pada tumbuhan adalah,,contoh buah yang terdapat jaringan epidermis,,contoh merugikan akibat suhu pada tmbhan jika tidak mempunyai jaringan epidermis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *